Puisi

Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Malam, semuanya!

Mohon maaf judul tulisan kali ini sama dengan salah satu judul lagu Banda Neira. Soalnya tulisan ini memang terinspirasi dari lagu itu, sekaligus challenge hari ini harus menulis tentang hal yang disesali.

Sesal-menyesal-disesalkan. Hidup yang tidak sempurna ini tentu tidak dapat terlepas dari tiga kata tersebut. Pastikan kita hanya menyesal pada apa yang pantas disesalkan. Apapun ceritanya, jangan sampai kita terlarut kedalamnya. Cukup jadikan pembelajaran agar kedepannya bisa berubah menjadi baik dan lebih baik. Karena sekali lagi, yang patah kan tumbuh dan yang hilang kan berganti.

Kalau ditanya apa hal yang membuat Lae menyesal, ada beberapa hal yang memang perlu diingat kembali.

Pertama, Lae menyesal mengapa baru konsisten berjilbab saat SMP. Padahal berjilbab itu kewajiban setiap muslimah saat memasuki usia baligh. Selain itu juga insyaallah menyelamatkan orangtua dari api neraka.

Kedua, Lae menyesal mengapa dari dulu belum konsisten jualan. Ya, sejak SMP sampai sekarang Lae menjual barang dan jasa. Kurang konsisten karena belum baik dalam mengatur waktu dan sumber dana berikut akses informasi yang minim. Mungkin kalau sejak dulu konsisten kini sudah bisa membuka lowongan kerja.

Ketiga, apa ya?

Mungkin mengapa sejak awal nge-blog (2010), blognya tidak serius? Padahal kalau sejak dulu bisa nge-blog mungkin sekarang sudah berkembang, TLD dan banyak karya lainnya. Kondisinya dulu benar-benar tidak memiliki akses internet semudah dan semurah sekarang.

Kalau diurutkan mungkin banyak, tapi sebaiknya Lae simpan sebagai bahan evaluasi. Kurang baik juga mengenang penyesalan terlalu dalam. Lebih baik bangkit dan berkarya sesuai peran sebaik mungkin.

Yang patah harus tumbuh dan yang hilang harus berganti menjadi baik dan lebih baik.

Nah teman-teman…

Itu dia cerita tentang penyesalanku, bagaimana dengan teman-teman?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *