Site Loading

Assalamu’alaikum

Semangat pagi, semuanya!

Tak terasa sudah tahun 2021, tandanya usia pernikahan Lae mau menginjak 4 tahun dan hampir 3 tahun menjadi seorang ibu. Kalau ditanya bagaimana rasanya menjadi seorang ibu dan istri, rasanya luar biasa. Bukan karena sudah bahagia secara kaffah, tapi karena sejauh ini banyak sekali suka dan duka yang sudah kami lewati. Bahkan, jujur hingga saat ini Lae merasa masih struggling banget untuk bersahabat dengan diri sendiri pasca persalinan prematur tahun 2018 lalu dan membersamai anak yang masih harus mengejar tumbuh dan kembangnya.

Sumber gambar: medcom.id

Persalinan prematur/preterm, adalah persalinan di bawah usia 37 minggu atau lebih cepat dari Hari Perkiraan Lahir (HPL). Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya kontraksi dini, preeklamsia, eklampsia,  janin tidak berkembang, infeksi saluran kemih, gaya hidup tidak sehat, genetik, solusio plasenta dan stress. Saking peliknya, persalinan prematur ini harus ditangani di rumah sakit dan sebaiknya ditangani langsung oleh dokter kandungan sub fetomaternal.

Flashback sedikit ke dua tahun yang lalu…

Sumber foto: Dokumentasi pribadi

Kalau ditanya kenapa bisa melahirkan prematur? Jujur, sampai saat ini Lae belum paham persis dan cuma bisa menjawab penyebabnya janin tidak berkembang. Padahal, ya, seminggu sebelum persalinan masih sehat-sehat saja bahkan sehari sebelum persalinan masih bekerja seperti biasa. hanya saja memang berat badan janinnya kecil. Saat itu dokter bilang masih bisa beraktivitas dan perbanyak makan daging merah dan es krim. Qadarullah, kandungan Lae yang saat itu berusia 35 minggu harus diterminasi/janin dikeluarkan paksa.

Untuk mengetahui cerita persalinan prematur selengkapnya, teman-teman bisa klik di sini.

Kapan punya Anak Lagiiii?

Saat teman-teman punya anak usia toddler,  mau tidak mau pasti harus mulai bersahabat dengan beberapa pertanyaan berikut:

“Jadiiiiii….kapan isi lagi?”

“Kapan Hafshah punya adik?”

“Jangan kelamaan jaraknya, kasian Hafshah butuh temen main. Rezeki mah udah ada yang atur!”

Iwwwwwwww  banget pokoknya kalau Lae ditanya pertanyaan atau komentar seputar anak. Bagi perempuan yang memiliki riwayat persalinan yang sehat dan bahagia mungkin mudah sekali menjawabnya. Sayangnya, itu tidak berlaku buat Lae. Awalnya Lae risih banget kalau ada yang tanya hal-hal personal, seolah gak punya tema basa-basi lain, tapi apa yang keluar dari lisan orang-orang adalah hal di luar kendali kita. Berdo’a saja semoga ketika keluar rumah selalu dipertemukan dengan orang-orang yang bisa menjaga lisan dan sikap.

Dua tahun setengah telah berlalu, tiba-tiba Lae pun terpikir untuk mencari informasi seputar program hamil bagi ibu dengan riwayat persalinan prematur. Bukan karena akan program hamil dalam waktu dekat, apalagi kondisinya lagi Covid-19 mah harus serba hati-hati. Lae cuma penasaran, rumornya persalinan prematur bisa berulang bahkan katanya ada kondisi dimana lebih baik tidak hamil lagi karena alasan medis. Tapi tidak sedikit juga yang bisa melahirkan normal, sehat dan cukup bulan. Jadi lebih baik cari informasi dari sumber-sumber yang valid.

Kebetulan sekali, November 2020 lalu Komunitas Prematur Indonesia mengadakan rangkaian Webinar dalam rangka memeringati World Prematurity Day 2020. Salahsatu judul Webinarnya adalah  ‘Mencegah Kelahiran Prematur, Apa yang Perlu Orangtua Ketahui’ dengan narasumber Dr. M. Adya F. Dilmy, SpOG (Dr spesialis kandungan sub Fetomaternal). Oiya, perlu teman-teman ketahui bahwa dokter kandungan juga banyak sub spesialisasinya, salahsatunya Fetomaternal.

Dilansir dari www.alodokter.com, Dokter kandungan subspesialis fetomaternal merupakan seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang mendalami ilmu tentang penyakit dan komplikasi pada ibu hamil dan janin. Dokter spesialis ini memiliki kompetensi lebih untuk mendiagnosis kelainan pada janin dan ibu hamil. Tanpa berpikir panjang, Lae langsung mendaftarkan diri karena ingin menemukan jawaban dari ahlinya.

Webinar pun berlangsung selama kurang lebih dua jam. Senang sekali peserta dan panitianya aktif, narasumber pun menjelaskan segala sesuatunya secara medis menggunakan fakta di lapangan. Di awal pertemuan, narasumber menyampaikan bahwa Indonesia masuk 10 besar negara dengan jumlah persalinan prematur di dunia. Bahkan dilansir dari laman www.cnnindonesia.com,  WHO mencatat ada 657.700 kasus persalinan di Indonesia.

Secara global kelahiran prematur menjadi salah satu penyebab utama kematian di antara anak-anak usia di bawah lima tahun dan bertanggung jawab atas 1 juta kematian pada 2015. Kalau sudah baca data gini rasanya benar-benar enggan hamil lagi. Bukan karena takut kesehatan janin akan terganggu saja, Lae juga melainkan kesehatan diri sendiri juga baik fisik maupun mental nantinya. Karena tidak sedikit keluarga yang harus kehilangan istri, anak atau keduanya saat proses persalinan karena hal-hal yang tidak diinginkan.

Mencegah Persalinan Prematur Kedua

Jadi, benarkah ibu dengan riwayat persalinan prematur sudah pasti akan mengalami hal yang sama di persalinan kedua? jawaban mudahnya wallahu’alam, jawaban ilmiahnya lumayan panjang dan seru. Setelah Lae menyimak Webinar dan review pengalaman setelah membersamai anak selama 2.5 tahun, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat merencanakan kehamilan kedua pasca persalinan prematur:

  • Mental Calon Ibu

Kesehatan mental calon ibu adalah hal pertama yang harus diperhatikan. Karena pengalaman sebelumnya pasti akan menyimpan trauma mendalam. Menurut Lae, trauma tidak bisa disembuhkan secara utuh dan cepat. Semakin ingin melupakannya semakin hati kita sakit, bahkan untuk menerima dan bersahabat dengan trauma pun bukanlah perkara mudah.

Beda halnya dengan calon ayah,  Lae yakin sebelumnya suami pun sama-sama trauma dan sedih. Perbedaannya, suami tidak merasakan langsung aktivitas fisik seperti hamil, melahirkan dan menyusui. Kalau sekarang-sekarang ada campaign tentang ‘tubuhku, otoritasku’, ya, ini relate.

Jangan sampai keputusan untuk hamil dilakukan secara sepihak maupun terpaksa, karena tekanan orang-orang sekitar sekalipun suami sendiri. Baik riwayat persalinan sebelumnya prematur maupun cukup bulan, merencanakan kehamilan yang dimulai dengan memerhatikan mental calon ibu adalah nomor satu. Memaksakan hamil dalam keadaan mental yang tidak sehat pun sangat bahaya untuk calon ibu dan janin.

  • Medis

Setelah selesai dengan mental calon ibu, saatnya teman-teman dan suami berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan sub fetomaternal. Jika di kehamilan sebelumnya sudah pernah sebaiknya mengunjungi dokter yang sama. Karena setidaknya ia lebih memahami rekam medis kita dibanding dokter lainnya.

Saat berkonsultasi, pastikan kita aktif bertanya dan sudah siap secara mental. Karena narasumber menuturkan, biasanya akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh dan jika perlu akan dilakukan beberapa cek laboratorium (minimal cek darah dasar). Hasilnya akan menentukan apakah masih diperbolehkan hamil lagi atau tidak dengan alasan medis. Jika hasilnya masih bisa hamil maka dokter akan memberikan treatment dan saran yang harus dipatuhi pasangan untuk menekan penyebab prematuritas. Tentu disertai gaya hidup sehat.

Misalnya, sebelumnya Lae melahirkan di usia kandungan 35 minggu dengan berat badan bayi 1.2 kg. Di kehamilan berikutnya bisa lahir cukup umur dan sehat. Jika takdirnya melahirkan prematur lagi pun setidaknya bisa diusahakan kondisi organ vitalnya matang dan berat badan bisa minimal 2 kg. Harapannya, kalau hamil lagi tentunya ingin lahir sehat dan cukup umur. Karena tidak sedikit juga ibu-ibu senasib bisa melewati hal ini dengan baik.

Bagaimana jika hasilnya ternyata tidak bisa hamil dengan alasan medis? Kalau Lae pribadi  jujur tak apa-apa. Satu  juga cukup dan tandanya harus benar-benar bisa merawatnya. Memiliki satu anak bukan suatu kesalahan/aib besar. Satu anak berjenis kelamin perempuan bukan berarti tidak bisa menjadi penerus keluarga, laki-laki maupun perempuan di mata Allah SWT sama. Tapi belum tahu bagaimana pendapat suami dan keluarga, yang penting Lae bisa sehat fisik dan mental agar bisa merawat segala titipan-Nya sebaik-baiknya.

  • Keuangan

Siapa bilang semua yang ada di dunia ini bisa ditanggung asuransi? halu banget, hehe…

Berdasarkan pengalaman, melahirkan prematur memakan biaya cukup besar. Memeriksakan kandungan, melahirkan dan perawatan bayi selama di rumah sakit memang bisa ditanggung asuransi. Namun setelah dinyatakan boleh pulang, banyak hal-hal yang cukup menguras tabungan.

Diantaranya screening wajib (ROP, OAE, ECHO Jantung, USG Kepala) yang tidak jarang orang-orang beralih ke pelayanan umum daripada asuransi demi cepat mendapatkan tindakan. Selain itu berdasarkan pengalaman dua tahun pertama harus siap bolak-balik dokter untuk periksa anak. Dulu hampir tiap bulan anak sakit dan opsinya kalau tidak membawa ke dokter ya pijat terapi ke bidan homecare langganan.

Waktu anak masih dirawat di RS, keperluan anak seperti pampers, tisu basah, dan suplemen zat besi bahkan ongkos bolak-balik rumah-RS  tidak ditanggung asuransi. Hingga ada ibu-ibu yang lebih memilih menginap di selasar RS atau mengontrak. Belum lagi jika tumbuh dan kembang anaknya belum sesuai usianya. Idealnya diperiksakan ke dokter spesialis anak sub tumbuh dan kembang dan dilakukan fisioterapi (tergantung hasil skrining/kebutuhan anak).

Kebetulan pasca cuti melahirkan Lae resign  kerja dan sumber keuangan benar-benar dari suami. Sehingga ada rasa useless dan kesal pada diri sendiri setiap tidak bisa mengusahakan yang terbaik untuk anak. Hari ini pun kami masih berusaha untuk menstimulasi anak agar bisa berbicara. Ingin membawa ke dokter tumbuh dan kembang di tengah pandemi pun rasanya parno. Katanya sih bisa online, tapi Lae belum tahu apakah efektif atau tidak? Bagi teman-teman-teman yang tahu atau pernah, bisa berbagi informasi di kolom komentar.

Nah teman-teman…

Itu dia tips merencanakan kehamilan pasca persalinan prematur. Semoga tulisan Lae yang alakadarnya ini bisa bermanfaat, baik yang senasib maupun pasangan muda yang hendak merencanakan kehamilan. Pada intinya, ketetapan memang milik Allah SWT tapi manusia sudah diberikan potensi untuk merencanakan dan beriktiar dengan maksimal. Wallahu’alam bissowab.

 

Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Wassalamu’alaikum

54 thoughts on “Tips Merencanakan Kehamilan pasca Persalinan Prematur

  1. 😭😭😭😭😭 luarbiasa perjuangannya. Aku baru tau ISK bisa jadi salah satu penyebab lahir prematur. Menurutku memang hal terberat itu ketika mengandung dan melahirkan.

    1. Tambah satu lagi mba, setelah mnelahirkan dilanjut mengasihi/membersamai anak.
      Iya, dampak ISK konon katanya memang menyebabkan persalinan prematuritas dan perempuan terutama yang sedang hamil rentan terkena itu. Semoga kita semua tetap sehat yaa, amiin 🙂

  2. ponakanku ada yang lahir prematur, sempat khawatir karena ada rekan lain yang punya anak prematur dan sering sakit-sakitan. Alhamdulilah, ponakan ku sehat bahkan ngga pernah sakit berlebihan paling flu aja.

    1. Alhamdulillah…
      Setiap anak yang terlahir prematur juga macam-macam Mba, PR nya beda-beda tapi tidak sedikit juga yang tetap bisa tumbuh dan berkembang sama seperti teman-teman yang lahir cukup umur:)

  3. Makasih banyak mba informasinya, buat aku yang belum berkeluarga jadi dapat insight tentang don’t(s) saat melahirkan normal. Semoga mba dan keluarga diberikan kesehatan selalu, aamiin!

  4. Saluut sama ibu-ibu yang terus belajar seperti Mbak Lae. Bangkit dari kondisi yang mungkin menyisakan banyak pertanyaan, lalu aktif mencari tahu sekaligus juga memasrahkan diri. Sehat terus yaa, Mbak dan keluarga.

    1. Sama2 Mba Leila…insyaallah masih dalam proses bangkit soalnya terpuruk lamalama juga tak baik. Terima kasih do’anya, do’a yang sama juga untuk Mba sekeluarga 🙂

  5. aku mau nyemangatin kalau ada yang bertanya apapun tentang anak kasih senyum ajah , terus minta doanya , jgn sampai kepikiran ya teh ,,, hehe semngat teh lae

  6. Masya Allah salut sama Mbak Lar dan para ibu bayi premature lainnya.. pati challenging banget ya mengurus anak prematur :’) apapun itu yange terbaik dari Allah ya Mbak

    1. Iya teh Visya, Masyaallah warbiasya pasca lahiran tuh…Makasih yaa supportnya, termasuk gerakan buku berjalannya. Walau silent reader tapi seneng aja nyimak temen2 1 hobi 🙂

  7. Setiap ibu pasti punya kisahnya masing-masing ya selama kehamilan sampai persalinan, semoga sehat dan bahagia selalu buat seluruh ibu di dunia dan buat seluruh peremouan di dunia semoga bisa menjadi ibu yang hebat buat anak-anaknya.

    1. Iya teh Rinrin, setiap orang punya kisahnya masing2. Yang penting kalau lagi seneng inget sama yang kasih, kalau lagi terpuruk juga inget sama yang kasih dan jangan kelamaan sedihnya 😉

    1. Iya teh, mungkin banyak juga yang kurang setuju sama kalimat tersebut. Tapi realitanya diri kita ya kita sendiri yang harus mengendalikannya…

  8. Aku jg lagi mempelajari kelahiran prematur akhir2 ini. Alhamdulillah kehamilanku sudah berjalan ke bulan ke-6, semoga adek sehat sll dan bs lahir di waktu yang tepat…selama belajar jadi ngerti perjuangan ibu bayi prematur sangatlah luar biasa.

  9. benar banget Mbak, hamil lagi itu memang butuh kesiapan mental Ibu, bukan cuma hamil pasca persalinan prematur saja sih, lahiran normal pun juga perlu adanya kesiapan mental Ibu jika ingin hamil lagi, masih sanggup gak nanti hamil lagi, melahirkan, menyusui, membesarkan anak, dsbnya, belum lagi tetap harus memikirkan kesehatan Ibu dan juga keuangan tentunya 🙂
    semoga disegerakan punya baby lagi ya Mbak (jika waktunya tiba) 🙂

    1. Makasih mba sharingnya, memang bener banget yaa kata temen2 juga yang normal pun sama2 banyak pertimbangan kala merencanakan promil lagi.

  10. Gemes banget kalo ada yang kepo kapan kapan kapan padahal udah ngalamin sendiri lah gada helper tuh kayak gimana apalagi dengan kasus spesial ya teh, semangat teh bahagia itu bersyukur atas apa yang kita miliki bukan karena ngebahagiain komen orang

    1. Jlebbb dan pas banget kalimatnya “bukan karena ngebahagiain komen orang”, makasih yaa sudah mampir ke sini 😉

  11. massyaAllah mba, tapi alhamdulillh sekarang debay sehat-sehat kan mba? Mba Lael juga nggak apa apa kan pasca melahirkan? Aku belum pernah melahirkan jadi bisa belajar banyak dari cceritamu mba. Semangat selalu ya mba

    1. Alhamdulillah secara umum sehat namun memang untuk tumbuh kembangnya masih banyak yang harus dikejar. Seperti berat badan dan sekarang PR nya melatih anak berbicara. Pasca persalinan lebih ke mental, kalau untuk fisik seperti ibuibu pasca persalinan SC pada umumnya. Amiiin…makasih ya Mba supportnya 😉

  12. Semangaat terus ya mba Lae.. Semoga semua kesabaran dan ikhtiarnya dalam melahirkan dan membesarkan buah hati diganjar pahala yang berlipat ganda oleh Allah swt.. Terima kasih sharingnya yaa, aku baru tau ternyata gak mudah menghadapi persalinan prematur

    1. Amiin yaa Rabbal Aalamiin…makasih banyak yaa do’a dan supportnya. Setiap orang memiliki kisahnya masing2…insyaallah yang terbaik versiNya… 😉

  13. Aduh, aku jadi inget masa hamil si sulung. Aku juga waswas saat hamil tersebut. Soalnya abis keguguran yang bikin trauma. Alhamdulillah, dengan bimbingan dokter, semua bisa teratasi. Semangat buat para ibu. Yang penting ada saran dan bimbingan ahlinya, semua bisa terlewati dengan baik. 🙂

    1. Kalau gak salah, intinya jadi nutrisi makanan yang dulu dimakan masuknya malah ke ibu, gak ke anak…dan itu dokter bilangnya kalau gak salah waktu USG 4D karena dulu sekalian skrining janin

  14. MasyaAllah, ceritanya bermanfaat banget buat yg lagi merencanakan program kehamilan nih. Bener2 harus dipersiapkan dengan mateng banget kalo mau hamil lagi apalagi dgn kondisi pernah mengalami kelahiran prematur. Semoga sehat selalu teteh dan keluarga 🙂

    1. Makasih banyak yaa teh Revi, justru Lae nulis ini juga karena referensi hamil pasca persalinan prematur masih belum banyak. Semoga bermanfaat yaa 🙂

  15. Pengalaman berharga yang menginspirasi kak.

    Kalau kak Lae ditanya seputar anak, daku malah ditanya kapan nikah 😂. Kadang pertanyaan yang bikin betah nahan sabar, sekaligus kok ya udah jaman now orang tanyanya itu melulu ya 😁😂

    1. Hehehe…semua yang orang lain katakan diluar kendali kita. Kadang bikin kesel tapi yaudah senyumin aja, mungkin mereka belum nemu pertanyaan yang cocok saat betemu dengan kita. Hehe 🙂

  16. Masya Allah, Allahu Akbar 😉 aku terharu baca cerita ini. Semoga Allah berikan kak laelina kekuatan dan kesabaran yg besar. Intinya ga usah peduliin omongan org. Mereka ga ngasih makan kita kok, abaikan aja kalo bikin stres & sakit hati.

    1. Alhamdulillah kalau tulisan ini bermanfaat, Mba. Saya juga waktu itu baru tahu kalau banyak juga sub spesialis dari Obgyn.

      Amiin yaa Rabbal Aalamiin…makasih juga yaa sudah mampir ke tulisan ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Secondary Navigation