Site Loading

CO0mxvAWIAA7Ejn.jpg large

”Pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar.” -Ridwan Kamil-

Siapa yang tidak sepakat dengan kutipan Gubernur Jawa Barat tersebut? Lae yakin tidak ada satu pun. Karena yang Lae rasakan mendapatkan uang dari apa yang kita suka memang lebih menyenangkan. Jika besar nominalnya standar ya alhamdulillah, jika lebih pun semakin alhamdulillah. Lumayan untuk personal goal award, keluarga dan tabungan masa depan, kan?

Hobi=Riwayat Pendidikan?

Setiap orang memiliki hobi, baik itu sesuai pekerjaan maupun tidak. Bahkan tidak sedikit teman-teman Lae yang justru lebih berkembang dari hobi daripada riwayat pendidikannya. Ada yang sekolah jurusan Komunikasi tapi peluang rezekinya lebih besar dari merias karena hobinya merias, ada yang sekolah jurusan Informatika tapi peluang rezekinya lebih besar dari berjualan perabotan dan lainnya. Kita memang tidak bisa menebak darimana peluang rezeki. Tapi jangan juga menganggap riwayat pendidikan sia-sia, karena semua ilmu itu tidak ada yang tidak bermanfaat. Semuanya bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 di depan mata. Sebagai generasi millenial mau tidak mau harus berdaya dalam menghadapinya, baik secara soft skill dan hard skill. Bahkan tidak sedikit yang bilang, bahwa generasi milenial harus berbisnis. Untuk memudahkannya, menurut Lae hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengevaluasi diri kita sendiri. Apa hobi kita dan bagaimana untuk mengembangkannya agar bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama. Faktanya, bisnis itu tidak selalu berkaitan dengan uang. Melainkan berkaitan dengan perkembangan relasi dan asas manfaat. Terlebih hari ini kita mudah mengakses informasi apapun di dunia maya, ditambah bimbingan dari mentor (jika ada).

”…daritadi ceramah mulu, emang bisnis kamu apa, Lae?”

Sejujurnya, sejauh ini Lae belum punya bisnis yang ‘mapan’ dari segi finansial apalagi memiliki pendapatan tetap setiap bulannya. Karena Lae baru saja resign kerja dan mengemban peran sebagai Ibu Rumah Tangga yang full time at home. Sebagai pribadi yang dari dulu aktif dengan beragam kegiatan, keputusan resign cukup membuat beberapa hal dalam hidup jadi berbeda dan tentu Lae tidak mau menjadi Ibu Rumah Tangga yang biasa saja. Walau tidak dapat dipungkiri pekerjaan domestik tetap menjadi prioritas utama. Rasanya ingin tetap berpenghasilan di luar nafkah dari suami. Lumayan untuk menambah tabungan haji dan tabungan anak. Apalagi pasti adakalanya kita ingin menyenangkan keluarga dengan rezeki yang kita punya walau sekedar makan bersama. Benar, kan?

Hobiku, Bisnisku

Jika flash back ternyata sejak SMP Lae sudah berbisnis dari hobi. Lae memiliki hobi membuat karya handmade seperti gantungan dan case ponsel buatan sendiri yang lumayan untuk menambah uang jajan. Saat masuk SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan Lae bisnis jasa. Yaitu menjadi guru privat komputer, jasa service komputer hingga jasa ketik. Memasuki bangku kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Lae masih bisnis jasa menjadi MC dan menyanyi di berbagai acara, lumayan untuk menutupi biaya sehari-hari. Masuk ke dunia kerja sebagai admin content pun salahsatu alasannya karena Lae memiliki hobi menulis dan pernah membangun komunitas online di Facebook. Selain itu sesekali menjual makanan ringan karena senang berjualan. Ah, kalau mengingat kembali semuanya rasa-rasanya ingin sekali bersyukur karena Dia menitipkan potensi agar Lae bisa meringankan beban orang tua dan merasa sedikit tangguh dengan situasi masa lalu.

Bagaimana nasib hobi dan bisnis pasca resign kerja?

”ah, rumit! Tapi tetap harus ada solusi supaya berdaya”

Kini Lae memiliki peran baru sebagai ibu. Faktanya, sejauh ini belum mudah mengatur waktu antara pekerjaan domestik dan hobi. Seringkali jemari ini ‘gatal’ untuk membuat sesuatu di luar pekerjaan domestik. Namun sebisa mungkin jika ada peluang tetap harus diambil supaya tidak monoton.

Terrarium dan Landscape Cactus Succulent Sumber: Dokumentasi Pribadi

Hobi Lae di luar pekerjaan domestik adalah menulis dan bertaman. Maka dari itu Lae kembali ngeblog dan sesekali mengambil job atau blog competition jika sedang ada kesempatan. Sejauh ini dari hobi tersebut lumayan menghasilkan, walaupun masih sedikit yang menghasilkan uang tapi tetap bahagia saat ada kiriman berupa produk yang harus diulas di blog. Bahasa Sundanya ”da aku mah apa atuh, ngeblognya juga belum maksimal blogger yang professional”. Semoga kedepannya ada perkembangan ke arah yang positif. Amin 🙂

Selain menulis blog Lae juga sejak tahun lalu mulai bertaman. Sejak redecore halaman rumah, Lae dan suami belajar tentang merawat kaktus dan membuat terrarium/landscape cactus sederhana. Ternyata peminatnya lumayan dan kami sempat berpikiran bagaimana kalau kita menjualnya. Terlebih hari ini kaktus dan terrarium sedang hits di kalangan millenial. Kira-kira darimana ya memulainya?

Blibli Kreasiku, Solusi Membangun Bisnis bagi Kaum Millenial

Untuk memulai bisnis kita harus mencari banyak informasi. Tujuannya untuk melihat pasar agar produk bisnis kita tidak mati gaya. Salahsatunya dengan update informasi terkini di Blibli Kreasiku. Blibli.com sendiri merupakan salahsatu situs web perdagangan elektronik di Indonesia yang menyediakan beragam kebutuhan hidup seperti fashion, kecantikan, elektronik, perabotan rumah tangga dan masih banyak lagi.

Gambar tampilan blibli kreasiku. Sumber blibli.com

Sedangkan Blibli Kreasiku adalah salahsatu kategori di Blibli.com yang menyediakan beragam produk hasil karya creativepreuner Indonesia dengan kualitas terbaik. Bagi kaum millenial yang sedang memulai menjadi creativepreuner tentu harus cek platform ini. Saat Lae cek, ternyata banyak sekali produk dari brand-brand lokal dijual disana. Harga dan kualitas tentu tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Jadi selain bisa menjual karya disana, kita juga bisa mebeli produk di Blibli Kreasiku. Dapatkan pengalaman belanja yang menyenangkan dengan cicilan o% selama 6-12 bulan, gratis ongkos kirim se-Indonesia, metode pembayarannya mudah diakses dimana pun pengirimannya menggunakan beragam ekspedisi terbaik. Benar-benar support karya anak bangsa. Jadi membayangkan seandainya Lae bisa menjual terrarium atau karya handmade lainnya di Blibli Kreasiku. Benar-benar jadi sarana membangun bisnis dari hobi!

Nah, teman-teman…

Maka dari itu mari kita mengembangkan hobi yang dimiliki, siapa tahu jadi peluang bisnis. Jangan lupa juga untuk ‘intip’ Blibli Kreasiku untuk mendapatkan inspirasi berikut mendukung karya anak bangsa. Big choice, big deal.

17 thoughts on “Teruntuk Milenial, Ini Dia Cara Membangun Bisnis dari Hobi

  1. Seneng banget yah jalanin usaha dari hobi teh. Aku jur manajemen taoi ampe sekarang masih bingung pengen usaha apa. Masih berubah2. Padahal jaman dan teknologi ga mungkin nungguin kita yah. Sukses yah teh

  2. Belum pernah hobi dijadikan pekerjaan sih. Tp pekerjaan kmrin cukup menarik dan menantang, jd disyukuri aja hahaha. Semangat teh untuk berbisnis!

  3. Ini yang aku impikan sejak dari zaman sekolah dulu dan alhamdulillah ada beberapa yang sekarang udah tercapai
    Aku pengen punya kerjaan dan bisa dapetin uang dari hobiku
    Seneng rasanya bisa bekerja dan berpenghasilan dari passion-ku sendiri

  4. Setuju banget sama quotenya Kang Emil, hobi yang dibayar itu menyenangkan hehe. Ga ada beban gitu ya ngejalaninnya juga. Anyway aku baru tau ada blibli kreasiku ini, ide bagus nih buat para housewife untuk tetap produktif dan menjual karyanya disini ya hihi, thank you for sharing teh 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Secondary Navigation