Puisi

Satu Kali untuk Selamanya

Menjelang hari bahagia, aku terlarut dalam berbagai renungan. Terkadang berujung pada ketakutan, terkadang juga larut dalam senyuman. Hmm,ย jadi menikah itu apa, untuk apa dan bagaimana?

Bagiku menikah tidak sekedar berbicara tentang ‘cinta’. Di dalamnya terdapat banyak rintangan yang kapan pun bisa menelan jiwa dan raga. Jadi, menikah adalah membangun kebahagiaan (spesifikasinya jabarkan masing-masing).

Mungkin, menikah itu ibarat membangun rumah. Jika kita menginginkan rumah yang kokoh dan bagus, maka kita harus membuat pondasi yang kuat dengan bahan-bahan terbaik. Tentunya dibuat oleh orang yang bisa diajakย bekerjasama ^_^

Jadi, nanti kita akan membangun satu rumah yang nyaman dan selalu dirindukan. Sudah siapkah?

Sebelum menjawabnya, ketahuilah sebuah kenyataan yang miris. Kini banyak pasangan yang bercerai akibat merasa banyak ketidakcocokan dan masalah ekonomi. Ketahuilah, meskipun kita bisa dibilang baru kenal namun jangan berhenti memberitahuku tentangmu kelak, agar aku bisa mengenalmu secara utuh. Jangan sungkan menegurku jika terbukti keliru, tentunya dengan cara yang baik karena aku ingin menjadi pendamping yang baik pula. Perceraian adalah jalan yang sampai kapan pun tidak akan pernah kusepakati dan Dia pun tidak suka. Jadi, kumohon rendahkan hati dan ego masing-masing jika kelak kita berada di tengah prahara. Mari fokus pada mencari solusi bersama-sama!

Jadi, sudah siapkah?

Duhai Pemilik semesta cinta…

Izinkan aku menikah, satu kali untuk selamanya bersama pria pilihanMu.

Izinkan aku mengabdikan menjadi istri solehah, hanya untuk satu pria, selamanya.

Membangun bahtera rumah tangga atas dasar taat dan takut hanya kepadaMu.

Sakinah, mawaddah dan waarahmah.

[Lae]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *