Puisi

Renungan Akhir Senja: Qana’ah

Ada orang yang pasrah pada kenyataan karena nasibnya yang belum berkecukupan.
Ada orang yang merasa tak perlu bergerak karena merasa sudah berkecukupan.
Namun ada juga orang yang merasa semua serba kekurangan padahal sudah diberi rezeki cukup bahkan lebih.
Rezeki dalam hal apa? Iman, sehat, harta, tahta, dan cinta (keturunan juga termasuk), dll.

Teringat beberapa episode masa lalu. Dimana Lae sering menegur teman-teman yang malas mengerjakan tugas, mengeluh fasilitas kampus, uang jajan, padahal memiliki latarbelakang keluarga yang ‘berada’. Di sisi lain Lae ditegur oleh teman-teman yang dengan fasilitas belajar yang cukup bahkan kurang tapi masih bisa menorehkan karya dan prestasi gemilang. Semangat qana’ah yang disempurnakan dengan DUIT (Do’a, usaha, ikhtiar, tawakal) sangat jelas terlihat.

Semua belum berhenti. Setelah masuk dunia kerja dan menikah, ujian dan kebahagiaan datang dan pergi silih berganti. Entah harus menggunakan istilah ‘rotasi’ atau ‘revolusi’, intinya apa pun yang terjadi semangat qana’ah yang disempurnakan dengan DUIT (Do’a, usaha, ikhtiar, tawakal) itu wajib. Sangat bersyukur juga saat Allah SWT mengirimkan orang-orang baik disekeliling kita, karena tak selamanya berada di kondisi batin yang paripurna. Sebut saja salahsatunya partner hidup 😊😘 .
.
Teman-teman…
Dia adalah perancang skenario yang hebat. Tugas kita bukanlah pasrah tanpa tindakan terhadap titipan-Nya. Qana’ah bukan berarti pasrah tanpa tindakan. Melainkan menerima titipanNya dan menggunakannya dengan maksimal. Meskipun mustahil sempurna bak Rasulullah, setiap makhlukNya wajib menjadi pribadi yang lebih baik. Bukankah sebuah prestasi jika kita bisa membahagiakan diri sendiri dan sesama dengan maksimal?

Hmmm…kesimpulan renungan akhir senja kali ini, ternyata banyak hal yang masih jadi PR. Semoga selalu dalam penjagaanNya.

Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal β€˜afaf wal ghina.” Artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat β€˜afaf dan ghina. Amiiin 😘

Wallahu’alam Bissowab
Lae/03012018
πŸ“Έ Kaca @angkot tadi sore 😁

(0) Comments

  1. Afifah Nurul Haq says:

    Maasya Allaah.. Aku masih belum bisa praktekin Qana’ah ini di kehidupan sehari-hari. Makasih sharing nya teh

    1. Masih perlu byk belajar juga teh…

      Sama2 😊

  2. Setuju teh sam DUIT :”) masih harus selalu mengingatkan diri, terkadang merasa sering kurang bersyukur :”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *