Site Loading

Assalamu’alaikum, semuanya!

Isu lingkungan selalu menjadi pembahasan yang ‘seksi’ dan tak ada habisnya. Apalagi jika sudah membahas tentang global warming dan perubahan iklim. Faktanya memang kualitas lingkungan di beberapa negara semakin menurun, termasuk sumber daya alam yang dampaknya sangat serius bagi kehidupan. Jika ditanya siapa yang salah, bisa jadi diri kita sendirilah salah satu  tersangkanya. Hayooooo, siapa yang masih membuang sampah sembarangan, belum diet plastik dan masih menggunakan listrik seenaknya?

Lantas, bagaimana memperbaikinya? Jawabannya adalah dengan Green Jobs. Green jobs merupakan jenis-jenis pekerjaan yang layak dan ramah lingkungan. Menurut International Labour Organization (ILO), green jobs menjadi lambang dari perekonomian dan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan mampu melestarikan lingkungan, baik untuk generasi sekarang maupun untuk generasi yang akan datang. 

Indonesia, Bonus Demografi dan Green Jobs

Salahsatu kelebihan Indonesia dibandingkan negara lainnya adalah memiliki bonus demografi. Menurut seorang ekonom Sri Moertiningih Adioetomo,  bonus demografi adalah perubahan struktur umur penduduk karena penurunan kelahiran terus menerus. Sehingga menyebabkan ledakan penduduk di usia kerja. Hal ini tentu menjadi kelebihan dan juga tantangan tersendiri. Tantangan yang paling harus kita hadapi bersama adalah bagaimana cara mempersiapkan SDM yang unggul, kompeten, dan berdaya saing. 

Menurut Lae, green jobs itu sama seperti pekerjaan lainnya,  memiliki berbagai bidang yang tentunya harus digerakkan oleh orang-orang yang memiliki riwayat akademik dan riwayat praktik yang mumpuni. Pertanyaannya, sudah sejauh mana persiapan bangsa menghadapinya? Pasalnya, bonus demografi yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi suatu negara dimulai dari kualitas sumber daya manusianya itu sendiri.

Nah, bagi teman-teman yang penasaran apa saja yang termasuk green jobs, bisa perhatikan infografis berikut.

Jadi bagaimana, tertarik? 

Jawaban Lae, tertarik banget! Karena selain menjalankankan usaha juga bisa sekaligus berkontribusi untuk menjaga alam.

Organic Foodpreneur di Indonesia

Oiya, setelah melihat infografis di atas, Lae baru tahu kalau organic foodpreneur  termasuk ke dalam green jobs. Jadi, di tulisan ini Lae akan mengulas tentang organic foodpreneur, yaa!

Organic foodpreneur, adalah usaha di bidang kuliner yang menggunakan bahan-bahan organik (menggunakan metode pertanian organik). Organic foodpreneur Indonesia sendiri diketahui sudah terkenal di kancah internasional. Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman ekonomi.bisnis.com, produk organik Indonesia meraup potensi transaksi hingga US$7,98 juta atau sekitar Rp114 miliar (kurs tengah Rp14.253/dolar AS) dari pameran Natural Product Expo West (NPEW) yang berlangsung pada 7-9 Maret 2019 di Anaheim Convention Center, di Los Angeles, Amerika Serikat. 

Saat itu ada empat perusahaan makanan dan minuman organik asal Indonesia yang berpartisipasi. Diantaranya Harendong Green Farm, Mega Inovasi Organik , Mega Organik Indonesia , dan IMC Coconut. Keikutsertaan mereka tentu melalui kurasi yang ketat dari manajemen pameran untuk memastikan kualitas produk yang baik, sustainable, serta memiliki sertifikasi organik yang diakui internasional. Jadi kualitas organic foodpreneur di Indonesia sudah tidak diragukan lagi.

Sebagai penikmat kuliner organik di Bandung, Lae rasa kini memang bermunculan resto-resto yang menyajikan menu makanan-makanan organik dengan harga yang beragam. Seperti Tiasa Kedai Sehat, Burgreens, Green and Beans, Serasa, Kehidupan dan masih banyak lagi. Bahkan seiring perkembangannya mereka memiliki cabang di kota-kota besar lainnya dan untuk menu-menu tertentu tersedia kemasan frozen. Sedangkan untuk belanja bahan makanan serba organik pun, kini teman-teman bisa membelinya secara online maupun offline. Di Bandung sendiri bisa ke Toko Organik, Warung 1000 Kebun, Belibu Fresh Mart dan lainnya. Hal ini menjadi bukti, bahwa tren gaya hidup sehat di Indonesia pun sedang berkembang.

Organic Foodpreneur tak Sekadar Tren Bisnis

Apakah organic foodpreneur sekadar tren bisnis? Hmm…menurut Lae sih kalau di lihat dari sisi industri tentu saja ‘tidak’. Lae memandang organic foodpreneur sebagai ‘tim’ yang memiliki visi untuk membangun SDM unggul melalui kuliner sehat serta melestarikan lingkungan. Selain itu tentu banyak tenaga kerja yang terserap. ekonomi bertumbuh serta menjaga keberlanjutan hidup. Bahkan, untuk pengelolaan limbahnya pun dilakukan dengan bijak menggunakan jasa waste management.

Lae optimis, semakin banyak organic foodpreneur maka semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Selain dapat mengonsumsi makanan sehat, tubuh jadi sehat, alam terjaga, dari sisi bisnis pun foodpreneur akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualannya. Sehingga tugas mereka ke depannya mengembangkan potensi serta meningkatkan inovasi produk, marketing dan waste management. Karena setiap industri pasti memiliki sampahnya masing-masing yang harus dikelola dengan bijaksana.

Jadi, apakah teman-teman berencana menjadi bagian dari organic foodpreneur? Yuk mulai dari sekarang karena peluangnya lumayan besar dan pasti menguntungkan. Jika mau di bidang lain juga tak apa-apa, karena cakupan green jobs sangat luas. Tinggal pilih sesuai minat dan bakat teman-teman.

Finally

Itulah ulasan singkat dari apa yang Lae ketahui tentang green jobs khususnya organic foodpreneur. Semoga bermanfaat dan jika ada yang belum tepat maupun ditambahkan, silakan berbagi informasi di kolom komentar.

Terima kasih sudah mampir ke sini dan sampai jumpa di tulisan berikutnya. 

Wassalamu’alaikum!

22 thoughts on “Organic Foodpreneur, Green Job yang Menguntungkan!

  1. jadi pengen ngulik lebih dalem tentang green job ini. kayanya punya potensi yang bagus buat usaha. aku jg lg jalanin usaha dibidang umkm, kl dikaitin kesini masih bs ngambung mngn

  2. istilah green job ini masih asing sepertinya kak di kalangan masyarakat. aku saja baru tau karena baca blogpost kakak. Tapi di bandung selaku pusat kuliner sudah banyak juga yang menggeluti organic foodpreuneur

    1. Semakin penasaran deh sama green job ini, apalagi sekarang kan yang serba organik itu lagi hits sekali ya dan bikin sehat juga pastinya..jadi kepo keras nih hehe..

  3. Sekarang sudah banyak ya, foodpreneur yang mengolah bahan makanan organik menjadi makanan yang tetap disuka dan lebih sehat

    Jadi paham tentang green job dan visi missinya

    Jadi ingin menghasilkan makanan yang sehat dari makanan organic dan diolahnya juga yang ramah iklim

  4. Dengan kaidah green jobs, kita bisa memilah mana makanan yang menyehatkan, mana yg junk food. Semoga generasi muda yg sehat dan kuat dicapai bangsa kita saat memasuki generasi emas nya ya

  5. Aku masih awam soal green jobs dan organic foodprenuer, tapi memang usaha menggunakan bahan organik (skincare misalnya) juga lagi hits. Untuk makanan organik yang pernah aku dengar katering, ternyata ada restoran juga yaa

  6. Organic foodpreneur emang chance banget sebagai green job. Bisa mulaie Dari suka kuliner, peduli lingkup, jadi deh organic foodpreneur. Ngga cuma soal menu organik tapi pengelolannya harus ramah lingkungan.

    1. Iya teh Nisa, kalau organic food ala resto memang selalu terkesan mewah. Bikin makanan organik di rumah juga tetep bisa cuma mungkin gara-gara belum punya wadah2 estetik jadi kesannya B aja dari segi tampilan. Kalau dari segi nutrisi mah insyaallah sama-sama sehat 🙂

  7. istilah green job ini masih awam didengar yah. Tapi sebenarnya pelaku usaha organic foorpreneuer sudah banyak hanya saja kadang masih terkendala harga yang relatif lebih mahal. Semoga makin banyak yang menjalankan organic foodpreneur ini ya.

  8. kaya temenku nih mba, usaha bikin kebun organic dan tempat makan, kece sih kalo banyak orang dan anak muda mau bergerak di dunia green jobs, siapa tau bisa meningkatkan kualitas kesehatan dan kehidupan kita yaa

  9. Foodpreneur organik menarik bgt nih. Alhamdulillah ya semakin banyak yg menggeluti lahan basah nan potensial ini. Semoga aku bisa jadi salah satu penggeraknya nih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Secondary Navigation