Keluarga

Mudahnya #SilaturahmiSetiapHari saat Pandemik

Semangat PAGI, semuanya!

Rindu sekali bersilaturahmi setiap hari dengan teman-teman. Yaa, Lae tahu, buat sekarang semangat silaturahmi memang jadi sesuatu yang mahal dan butuh ‘seni’ untuk mempertahankan/meningkatkannya. Bagaimana pun kondisinya, kita ramai sepi bersama.

Gak kerasa udah lebih dari dua bulan pandemik Covid-19 di Indonesia. Semakin banyak pihak yang terkena dampaknya. Mulai dari pekerja medis yang harus berjuang di garda terdepan dengan taruhan nyawa, pekerja harian (driver online, pedagang, buruh harian) yang pendapatannya turun drastis, buruh kantoran yang harus bekerja dari rumah tapi gaji tetap padahal biaya listrik dan internet jadi lebih mahal, hingga ibu rumah tangga yang kesulitan supply bahan-bahan dapur karena tukang sayur tidak boleh berjualan seperti  biasanya. Jikalau pun ada yang nekat harganya bisa sama dengan membeli sayur via jasa online.

Sebagai ibu rumah tangga, di tengah situasi yang dilematis ini tetap harus bisa memupuk rasa syukur. Setidaknya masih bisa belanja keperluan domestik, masih ada yang bisa dimasak, dimakan bahkan masih bisa membuat camilan-camilan kekinian. Kalau teman-teman baca berita, pernah ada orang yang meninggal karena tidak makan selama tiga hari. Selama tiga hari juga hanya minum air putih. Saat ini memang banyak pihak-pihak menggalang donasi, namun sepertinya belum merata karena di kolom komentar postingan Instagram Ridwan Kamil (karena saya warga Jawa Barat) masih banyak yang bertanya ‘kapan bantuan pemerintah sampai’. Semoga masih proses dan bisa sampai sesuai amanah. Amiin, yaa Robbal Aalamiin…

Maaf yaa kalau narasi awalnya agak sendu, hanya mencurahkan sebagian isi hati dan hanya butuh didengarkan saja ko….

Tetap Produktif

Meskipun di rumah aja, kita harus tetap produktif apapun perannya apalagi di bulan Ramadan yang penuh berkah. Nah, sebagai ibu rumah tangga Lae biasa mengisi waktu dengan

1. Masak

Sejak pandemik banyak resep kuliner kekinian bertebaran di social media. Seperti dalgona coffee, sandwich strawberry, olahan ‘aci’ kekinian dan lainnya. Sayang banget kalau coba eksperimen dan untung saja didukung suami yang ‘food addict’. Walaupun hasilnya tidak sekeren di Instagram, tapi cukup puas karena homemade with love.

Selain membuat camilan-camilan kekinian, Lae juga memasak menu harian apalagi di momentum Ramadan ini. Kalau lagi kehabisan ide, cukup cari inspirasi di internet. Yap, internet bener-bener jadi penyelamat supaya masakannya gak itu-itu aja.

2. Membersamai anak

20200410_202832_0001

Sejak menjadi seorang ibu, dunia bukan hanya milik diri sendiri saja. Gak kerasa juga sebulan lagi Hafshah berusia dua tahun. Sekarang, dia sedang lincah-lincahnya dan stok kesabaran ibunya lagi sering-seringnya diuji dan harus tetap membersamai (yang mengalami pasti paham). Lama-lama paham, dia hanya butuh ditemani bermain. Ibunya saja yang kurang paham dan kurang kreatif.

Maka dari itu, lagi-lagi banyak belajar dari internet tentang permasalahan tersebut. Kotor-kotoran, basah-basahan dan memainkan alat-alat dapur ternyata tidak buruk, justru bisa mengasah kemampuan halus/motorik anak jika kita bisa memfasilitasi dan membimbingnya. Alhasil, sekarang rasanya tidak seberat sebelumnya, namun tetap memperhatikan tumbuh dan kembangnya.

3.  Melakukan Hobi

20200508_201440_0000

Agar tetap waras, Lae wajib bangeuuuut meluangkan waktu untuk melakukan hobi yang disukai. Seperti membaca buku, berjualan, terutama blogging.

Bersyukur banget akses internet di rumah lancar jaya, jadi bisa melakukan hobi dengan lancar dan happy. Hobi itu bukan tentang sebanyak apa output yang didapat (uang, famous, dll), tapi batin yang senang tanpa menyampingkan prioritas lainnya. Apalagi sebagai ibu rumah tangga yang pekerjaan domestiknya gak ada beresnya.

Sepakat?

4. Silaturahmi

Sebagai perempuan ekstrovert yang sejak resign hanya di rumah aja, sering banget dilanda rindu rumah. Padahal, waktu tempuh pulang ke rumah maksimal dua jam tapi ada saja halangan pulang. Anak sakit, suami piket, ada acara dan lain-lain.

Semua diperparah dengan kondisi pandemik, bayangkan saja sudah lebih dari dua bulan Lae gak pulang. Adik di Madiun cancel mudik akibat pandemik, si-bungsu masih harus diam di pondok dan kakak isolasi mandiri karena sempat pergi ke luar negeri sebelum pandemik (padahal waktu tempuh ke rumah kakak 15 menitan aja).

Ya, Pertama kali dalam sejarah, Ramadan tahun ini HARUS berbeda. Tidak ada buka bersama bersama keluarga, teman, bahkan silaturahmi lebaran pun belum tahu nasibnya. Maka dari itu untuk mengobati rasa rindu silaturahmi online adalah solusinya. Jujur, sebelumnya jarang video call selain ada keperluan karena orangtua memang lebih suka dikunjungi langsung daripada silaturahmi via social media/video call. Namun karena kondisinya berbeda dan teknologinya pun mendukung, akhirnya kami silaturahmi via video call hampir setiap hari bahkan saling membangunkan sahur.

Mudahnya #SilaturahmiSetiapHari

Untuk menghibur diri, Lae berselancar di social media dan menemukan postingan TVC terbaru dari IM3 Ooredoo. Postingannya unik banget, bayangkan saja IM3 Ooredoo berkolaborasi empat musisi ternama Indonesia (Yura Yunita, Sal Priadi, Hindia dan Kunto Aji) menyanyikan lagu ‘Ramai Sepi Bersama’ dengan konsep video clip yang berbeda.  Semuanya shooting dari rumah masing-masing dan yang paling jlebbbbb nya itu adalah liriknya yang ‘ngena’ banget. Bikin kita makin kangen mudik, tapi demi kebaikan bersama lebih baik di rumah saja dan tetap silaturahmi setiap hari. Ya, meski sedang pandemik silaturahmi harus tetap jalan yaa 🙂

 

Kabar gembira, IM3 Ooredoo mendukung kebutuhan kita untuk menjaga  £SilaturahmiSetiapHari dengan menghadirkan paket internet harian yaitu Freedom Kuota Harian .  

Untitled

Jadi, meskipun dilanda pandemik silaturahmi tetap terjaga dan menyenangkan bukan? Selain itu caranya mudah, harga paketnya terjangkau dengan benefit yang sdah pasti memuaskan 😉

Untitled

Teman-teman…

Apapun yang terjadi Mari tetap optimis dan menjaga #SilaturahmiSetiapHari . Percayalah pandemik pasti berlalu, ramai sepi kita tetap bersama. SEMANGAT!

Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Terima kasih sudah mampir dan mendengarkan curhatan Lae 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *