Puisi

Kilau Ametis

Tuhan…mengapa ini rasanya sakit?
Sakit sekali rasanya saat aku melihat sepasang bola mata itu di depan cermin
Mata itu seperti kristal ametis
Berkaca-kaca dan nampak kokoh
Berkaca, karena menahan linangan air mata
Kokoh, karena harus tegar
Namun, tak lama kemudian air mata mengalir deras
Membentuk danau di atas kain
Menahan…sesak…berusaha untuk tak bersuara

Tuhan…ternyata aku perempuan biasa
Bukan batu, bukan kristal ametis
Tuhan…hanya kepadaMu aku berlindung
Dari perlakuan dunia yang kejam

Tuhan…aku tak berharap kau mengubahku menjadi kristal ametis
Yang hanya dilirik keindahannya saja
Karena aku hanya berharap
Engkau membimbingku menjadi perempuan yang kokoh
Seperti “kristal ametis”
Lae-2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *