Self Improvement

Hiatus Boleh, Pergi Jangan!

Semangat PAGI, semuanya!

Yeaaaay!

By the why tulisan ini adalah tulisan pertama Lae di tahun 2020. Sebenarnya dari kemarin-kemarin gatel banget pengen nulis. Bukannya sok sibuk tapi memang sejak awal tahun Lae memutuskan untuk ‘hiatus’ dari beberapa kegiatan di dunia maya. Seperti ngeblog, posting foto di Instagram, ikutan blog/Instagram walking, atau sekadar wara-wiri di grup Whatsapp. Urusan dengan dunia maya cukup jadi silent reader dan cek email. Pokoknya, awal tahun mau istirahat…

Kenapa?

Kalau ditanya kenapa, alasannya klasik, yaitu mau fokus membersamai anak. Apalagi di awal bulan shock anak belum bisa jalan, padahal usianya 1.5 tahun. Intinya, mau fokus mengejar tumbuh dan kembang anak serta mengerjakan pekerjaan domestik lainnya. Bahkan Lae bulan ini off menulis di Babyologist (nulis2 tipis di Perkul Dan Zomato masih, karena diajak kulineranπŸ˜‚).

Sejak bulan Desember Lae insekyuuuur berlebihan sama diri sendiri, ujung-ujungnya membuat diri tak bersyukur dan menyalahkan semuanya. Lagu-lagu tentang self healing, seperti lagu-lagunya Kunto Aji, Hindia dan lainnya saja tidak mempan. Ibadah pun Kebanyakan kurang fokusnya. Suami pendengar yang baik, supportive, tapi Lae terkadang labil. Benar-benar kebal dan semua seakan menjadi toxic positivity. Hati seperti batu is real

Tapi, sekeras-kerasnya batu pasti akan berubah saat ditetesi air terus menerus. Merasa tidak boleh larut dalam hal tidak baik dan yakin sebagian obatnya dari diri sendiri, akhirnya Lae mencoba berbicara dengan diri sendiri. Ini harus intim, harus hening, sebenarnya ada apa dan bagaimana solusinya?

Butuh Keheningan

Dini hari di pertengahan Januari, alhamdulillah Lae bangun tanpa tangisan anak. Terjadilah pergolakan batin yang hanya dipahami diri dan Allah SWT.

***

Sebodoh inikah Lae menjadi seorang ibu dan istri?

Kenapa anak harus terlahir prematur yang mengejar tumbuh kembangnya membutuhkan tenaga ekstra?

Lae mau tetap produktif, aktif, gimana caranya?

Harus gimana?

Ini Lae yang berlebihan, dramatis atau memang gak ada support?

***

Beberapa kali kesempatan, terutama saat anak tertidur selalu bertanya hal yang sama. Hingga akhinya munculah beberapa kalimat yang cukup menenangkan diri sendiri.

Intinya, Lae perlu ‘meringankan’ ekspetasi, bersahabat dengan keadaan dan mampu mengelolanya agar membaik. Perbanyak do’a dan ikhtiar demi keluarga dan cita-cita. Tentang tumbuh kembang anak, Lae harus berbesar hati kalau awal bulan depan ke dokter dan belajar menerima kenyataan kalau memang harus terapi berjalan.

Lae boleh gak sukaaaa dan sakit banget sama apa yang terjadi, dan bagaimana komentar orang yang menimbulkan perdebatan di pikiran. Tapi lagi-lagi Lae harus pintar-pintar meredam, kurangi (bagus2 kalau bisa gak ada sama sekali) dan kembali fokus dengan anak dan keluarga. Ini masih mutuh latihan, gak ada manusia yang sempurna.

Lalu, Apa yang terjadi? Seminggu terakhir ini alhamdulillah anak sudah bisa melangkah lebih jauh. Walaupun masih perlu ditolong untuk memulai berdiri. Lae juga mulai baca buku/blog menulis sedikit-sedikit. Semuanya Alhamdulillah membaik. Ternyata, hiatus boleh tapi kalau pergi mah jangan. Melibatkan Allah di setiap langkah juga ternyata pentiiiiing banget.

Perjalanan memang belum selesai. Tapi setidaknya sudah dibuat lega dan siap untuk mengejar tumbuh kembang lainnya. Ternyata benar, kalau anaknya kenapa-kenapa Ibunya selalu dibuat kaget hingga kurang memerhatikan diri sendiri. Do’akan semoga kami sehat selalu yaa πŸ˜„.

Usai…

Mungkin keputusan untuk hiatus di awal tahun memang tepat untuk mengurangi kontak mata dengan gadget, juga mengurangi interaksi yang tidak penting. Tapi, jika urusannya dengan hobi (menulis d blog/socmed), apalagi yang ditulis adalah hal-hal yang Insyaallah bermanfaat, tetap harus bisa diluangkan demi kewarasan. Beneeeer gak buibuuu? Hehe…

Udah dulu yaa hiatusnya. Memang siiii isi blognya random, belum punya niche, belum TLD, tapi menulis itu benar-benar menyenangkan dan menenangkan. Percaya deh…

Buat teman-teman, jangan bosan membaca, mengkritik dan memberi saran di tulisan-tulisan Lae yaa. Syukur-syukur ada teman-teman yang mengajak Lae belajar dan berkolaborasi supaya sama-sama berkembang. Hayuuu banget itu Mah…

Tetap semangat dan be my/your self. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Yeeee!

(0) Comments

  1. kita sepengalaman mbak :’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *