Site Loading

Semangat pagi, semuanya!

Alhamdulillah, hari ini hari pertama di tahun 1441 H. Rasanya waktu bergulir bergitu saja dan diri terasa semakin menua. Padahal, katanya Lae itu seperti anak-anak bahkan ‘baby face’.

Jujur entah harus menyambutnya dengan suka cita atau duka lama yang belum sembuh seutuhnya. Rasanya semua orang tidak merayakan tahun baru Islam ini seperti tahun masehi yang penuh dengan hiburan dan suka cita. Bahkan, tidak sedikit orang tidak tahu hari ini tahun baru Islam. Apalagi jatuhnya di hari Minggu, mungkin bagi kebanyakan orang tahunya sekedar ‘weekend’. Apa teman-teman tahu bahwa hari ini tahun baru Islam?

Waktunya Memaafkan Diri

Masih ada luka lama yang hinggap di hati. Baik karena ada mimpi yang belum terwujud, target yang meleset hingga ketidakberdayaan dalam beberapa hal. Semua itu cukup mengganggu dan terkadang bisa muncul bersama tangisan saat termenung dalam renungan. Padahal Lae sendiri tahu semua itu tidak baik. Mungkin memang ini salahsatu kelemahan manusia, luka yang secara spesifik tidak akan diulas di tulisan ini. Mungkin teman-teman dekat bisa memahami apa yang dimaksud.

Terdengar simpel namun praktiknya sulit. Seringkali, saat tidak kuat memendam amarah jatuhnya menangis sendirian, memaki diri sendiri seakan semua yang tidak ingin dibahas muncul kembali ke permukaan. Untung saja sampai saat ini Lae jarang melampiaskannya pada hal-hal yang tidak baik apalagi kriminal (naudzubillah).

Mengawali tahun baru ini Lae ingin memulai lembaran baru dengan memaafkan diri sendiri. Pertama-tama Lae ingin mengumpulkan apa saja penat yang selama ini dipendam kemudian ungkapkan pada-Nya di waktu-waktu yang pas (setiap orang berbeda). Syukur-syukur ada orang yang bisa dipercaya untuk mendengarkan dan memberi solusi. Jika pada akhirnya kita lebih memilih hanya mencurahkan semua kepada-Nya, pastikan semuanya ‘intim’ hanya ada kita dan Dia. Hayoooo….kapan terakhir kali terbangun tengah malam dan menghadap-Nya dengan khusyu? Lae pun jarang, mudah-mudaha tahun ini bisa membiasakan diri melakukan sholat malam dan dhuha. Amiin yaa Robbal Aalamiin…

Focus To…

Jujur, tahun ini Lae ingin fokus pada diri sendiri dulu. Bukan dalam artian ‘selfish’ namun memang banyak hal-hal yang harus dibenahi, dan itu dimulai dari diri sendiri. Menjadi seorang istri, ibu dan anak dari orangtua setelah menikah tidak semudah yang dulu Lae baca di buku-buku motivasi. Selain itu Lae benar-benar ingin menemukan dan menggali potensi diri. Supaya bisa menjadi sosok yang berdaya dalam mengabdi, berkarya dan finansial.

Finansial? Lae Matre?

Jangan salah paham dulu yaa, Alhamdulillah suami menafkahi istrinya dengan baik. Tapi pasti alangkah lebih baik jika bisa berlomba-lomba dalam kebaikan dan realistis. Lae selalu ingat pepatah, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Teman-teman pasti paham apa maksudnya. Seringkali ambisi dalam kebaikan itu diperlukan, agar bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri dan membahagiakan oranglain. Sepakat ga?

Tahun Baru, Harapan Baru

Lae sangat berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sesuai peran yang tengah diemban. Baik sebagai insan, istri, ibu, anak, menantu, kakak, adik dan anggota masyarakat. Seiring waktu mungkin peran bisa bertambah maupun berkurang. Bagaimanapun yang penting Lae sangat berharap bisa melakukan hal yang terbaik.

Semoga tahun ini Allah meridhoi kita semua mencapai apa yang hendak ingin dicapai. Karena Lae sangat percaya, bahwa Allah bersama orang-orang yang selalu melibatkan-Nya dalam setiap urusan.

Selamat tahun baru, sampai jumpa di tulisan Lae berikutnya ^_^

(Ditulis saat malam tahun baru)

0 thoughts on “Curhat Tahun Baru

  1. Pas malam pergantian tahun tiap santri dari berbagai pesantren kumpul bawa obor abis tausyiah teh kalau di Garut sampai bikin jalan macet. Mudah mudahan tahun yang baru membawa suasana baru dan harapan baru ya 🙂

  2. semangat selalu teh Lae, memang yang aku garis bawahi itu adalah mendekatkan diri kita kepada Allah secara intim dan ini menjadi pengingat aku sendiri. Menjadi mawas diri bahwa ada beberapa waktu merasa sejarang itu ngobrol berdua sama Allah 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Secondary Navigation