Self Improvement

Catatan Akhir Februari

Semangat SENIN, semuanya!

Sebenarnya bingung mau nulis apa di hari kedua. Keburu anteng menyimak reaksi masyarakat dunia maya pasca pengumuman presiden. Bapake Jokowi mengumumkan bahwa ada dua orang positif terjangkit virus corona. Ternyata, negara yang katanya warganya pada kebal pada akhirnya ada yang terjangkit juga. Semoga segera ditangani dengan baik, sembuh dan kita semua terhindar dari virus tersebut. Amin…

Februari 2020

Februari lalu perasaan kembali bergejolak. Lagi-lagi perangnya dengan diri sendiri, apalaggi setelah membaca banyak informasi dan mengalami hal-hal yang menarik. Hujan dan heningnya dini hari selalu menjadi saksi bisu muhasabah, perihal hidup yang penuh teka-teki. Akhirnya beberapa bisa diabadikan dalam secarik tulisan. Abaikan sejenak tentang diksi, yang penting bisa kembali menulis (maaf, sok puitis).

……
Taklukan keraguanmu
Dengan tekad kuatmu
Buang smua yg menghantuimu
Buat semesta berpihak padamu

Tiada yg salah dengan ambisi
Selama baik pasti diberkahi
Sertakan doa n rendahkan hati
Bersandar pada illahi
#ambisi
……….
Bolehkah aku merindukannya
Yang jauh di mata, tapi dekat di do’a
Bolehkah aku memeluknya
Kutahu khayalan, tapi buatlah seakan nyata
#rindu
………
Aku di bumi
Mereka di langit
Terlihat sedang minum bir
Lalu muntahnya ke bumi

Ku Tak berhenti menangis
Mereka malah tertawa
Ternyata muntahnya gak manis
Bisa-bisanya kutertipu retorika
#huft
……
Tak Perlu selamatkan bumi
Tapi selamatkan ego diri sendiri
Semahal-mahalnya properti eco-friendly
Lebih mahal menata ego yg tidak friendly
#bumi
…..
Hari ini…
Kumulai dengan kata ‘maaf’
Kujalani dengan kata ‘ayo’
Kuakhiri dengan kata ‘Terima kasih’

Maaf, tak bangun di sepertiga malam
Ayo, hadapi hari ini dengan Baik
Terima kasih, karena sudah memberi kesempatan (hidup)
#Mat
…….
Syair orang2 terdahulu membuatku memahami
Bukti nyata kasih bukanlah dengan materi
Melainkan dengan berkhalwat dengan Illahi
Kini, smua itu sulit dimulai…
#belajarkhusyu
……
Sore ini hujan turun deras
Sederas do’a Ibu pada anaknya
Tak pernah putus
Tak lekang waktu
Berharap bersama selamanya
Sayang, terus disayang…
Timang, terus ditimang…

Tersadar, semua hanyalah titipan
Yang tak mungkin dikalahkah oleh sikap duniawi

#sayang

Β 

Tiba-tiba teringat peristiwa lima tahun yang lalu. Hilang ponsel di bus kota dan di dalamnya ada file tulisan cuap-cuap kaya di atas sampai 50 judul. Tadinya mau dibukukan kalo tabungannya sudah cukup (maklum, mahasiswi tingkat akhir yg qismeen, haa). Akhirnya kandas gara-gara tidak punya salinannya. Semoga kejadiannya tak terulang yaa…sakiiiiiiit aslinya!

Terima kasih sudah mau mempir. Sampai jumpa besok!

Β 

(0) Comments

  1. Waah, rajin banget, Mbak, sampai 50 file hasilnya? Baguus pula Mbak, tulisannya, mengena gitu. Semoga ada jalan, Mbak, mungkin mulai nulis lagi? Kalau produktif, bisa tuh cita-cita dibukukannya kesampaian.

  2. Wah Mbak Laela berbakat nih menulis puisi/ sajak, puitis banget. Aku paling ga bisa nulis-nulis yang puitis kayak gitu. Mungkin bisa diseriusin Mba minatnya, siapa tahu bisa jadi penulis lirik lagu atau buku puisi πŸ™‚

  3. Aduh tehhh aku punya pengalaman yg hampir mirip nih sewaktu tulisan rundown dan juga kata-kata buat di akad nikah, izin nikah semua ada d notes handphone yg ga kesave. Hp ku nyemplung di kali Monjali Jogja btw wkwk

  4. Bagus kak sajak-sajaknya. Saya pribadi belum pandai membuat sajak-sajak seperti itu hdhd XD btw pengalamannya tentang hp hilang itu nyelekit banget apalagi ada catatan tanpa salinan.

  5. mashaa Allah produktif bnaget teh sok aku bnatu do’a mudah2an segera dibukukan biar bisa dinikmati lebih banyak orang lagi hasil karyanya aamiin

  6. wiankumala says:

    Nagua diksinya. Aku mungkin baru bisa nulis gitu klo dalam kondisi sendiri dan sepi sementara yang lain tidur.

  7. Ini ada beberapa judul ya maksud puisinya. Bagus lhooo. Jadi, bulan Februari kemarin banyak kejadian ya? Semoga Maret ada puisi sendiri lagi ya, buat tabungan dibukukan πŸ™‚

  8. pasti nyesek pas hp ilang dan data-datanya sebegitu pentingnyaaa:(((

  9. Rindu kan tak mengapa biar lebih mengetahui bahwa ternyata ada rasa. Tinggal bagaimana mengobati rindu itu bisa dengan doa atau berjumpa

  10. Fazirotul Firdaus says:

    Mbak, kok nyesek pas baca paragraf terakhir. Pasti sedih banget ya, semua catatan penting hilang. Ke reset aja rasanya sakit banget, apalagi kalo sampe HP ilang😭😭.

  11. karyatiniken says:

    Uwoowww 50 judul lenyap ya mba. Sekarang kalau nulis lebih enak di gdrive ya, jadi auto save dan kalau ponsel hilang masih bisa back up otomatis karena by email, dll. Semangat mbaaaa

  12. April Hamsa says:

    Hyaahh turut prihatin semua tulisannya ilag mbak. Coba diingat2 lagi mungkin masih bisa lha nyicil mulai dr awal dan pada saat yang tepat beneran bisa dibukukan.
    BTW puisinya apik mbak, zaman skrng emang kyknya makin ruwet aja ya masalah di dunia ini, ya virus, ya bencana, moga Tuhan meguatkan kita menjalaninya dengan ikhlas.

  13. Aku pernah mengalami hal yang sama mbak. Udah banyak banget tulisan terus hilang begitu aja di laptop yang dicuri orang. Hehehe. Tapi psstinya ya bikin lagi deh. Btw puisinya bagus bagus mbak. Bener bener mencerminkan keseharian kita yang penuh dinamika

  14. Februari 2020 kemarin versi aku, ditutup dengan berakhirnya DL lomba blog yang tak bisa dikejar hihi. Emang dasar akunya yg kurang greget nih. Btw, aku juga pernah hilang script tulisan malah sampai lepinya juga ikut ilang. Disitu aku hanya bisa termenung sambil meratapi takdir. Feel you too, mba.

  15. Huwaaa tetap semangat ya mba Lin, aku juga pernah naskah novel pulak wkaakak. Marah aku sebulan nggak nulis. Tapi ya mau gemana lagi pengalaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *