Site Loading

Welcome 2019!

Welcome back to my blog again 🙂

Selama dua minggu ini Lae banyak menyimak banyak konten socmed tentang resolusi 2019. Baik yang diabadikan via video, foto, hingga bullet journal yang berisi tentang hal-hal yang ingin dicapai. Mayoritas yang ingin mereka capai seputar karir dan karya. Misalnya menjadi karyawan tetap hingga menerbitkan buku. Bagi yang sudah berumah tangga kebanyakan resolusinya adalah mendapatkan momongan. Ya, semuanya benar-benar lumrah dan pastinya sangat logis. Sepakat?

Sebagai seorang newbie mom Lae juga memiliki resolusi seperti orang-orang pada umumnya. Perbedaannya tahun ini Lae benar-benar full time at home, tidak jadi pegawai kantoran lagi #yeaaay, sudah punya anak dan tidak Long Distance Married lagi #alhamdulillaaaah. Maka dari itu bagi Lae tahun ini benar-benar harus dipersiapkan dengan matang dan menghadapinya dengan maksimal.

Dimulai dari Kebiasaan

Hijrah dimulai dari memperbaiki kebiasaan. Maka dari itu di samping resolusi seputar karir dan karya, kita juga harus memperbaiki kebiasaan. Misalnya, kita biasanya tidur setelah sholat subuh menjadi tidak tidur dan diganti dengan mengaji. Atau yang biasanya tidak bisa lepas dari gadget bisa meluangkan beberapa jam dalam sehari untuk puasa gadget Dan menggantinya dengan aktivitas yang bermanfaat. Seperti berbincang dengan keluarga, membantu pekerjaan rumah, membaca buku, dan lainnya. Percayalah, kebiasaan baik akan mengarahkan kita pada hal-hal baik di masa depan. Bahkan jika kita sudah memiliki anak hal ini bisa menjadi contoh positif yang akan terekam dan ditiru di kehidupan sehari-hari.

Bagaimana dengan Lae?

Sebagai newbie mom dan happy wife yang full time at home, Lae memiliki beberapa resolusi kebiasaan yang berkaitan dengan lingkungan. Mengapa lingkungan? Karena selama ini sadar maupun tidak ternyata masih ada kebiasaan yang kurang ramah lingkungan. Seperti penggunaan kantong plastik yang tidak terkendali, ketergantungan dengan sabun/detergen untuk membersihkan perabotan dan lainnya. Padahal setelah Lae membaca berbagai informasi di berbagai sumber, hal tersebut bisa merusak lingkungan dan memicu global warming. Maka dari itu mari belajar merawat lingkungan yang dimulai dari rumah kita sendiri.

1. Mengurangi Penggunaan Kantong Plastik

1764036675
Sumber gambar: ekonomi.kompas.com

Setiap belanja pedagang selalu membungkusnya dengan kantong plastik/kresek. Setelah sampai di rumah biasanya Lae simpan kantong plastik di dapur hingga menumpuk. Lae pikir lumayan untuk pengganti polybag di tong sampah, apalagi jika ukurannya besar. Hal tersebut memang tidak salah tapi lama-kelamaan cukup gerah karena kantong plastik sudah menumpuk terlalu banyak. Mau dibuang tapi susah terurai dan sudah pasti merusak lingkungan. Salah? Banget!

Akhirnya sejak awal tahun ini Lae pelan-pelan mencoba mengatasinya dengan selalu membawa totebag saat belanja ke warung. Lumayan untuk mengurangi penggunaan plastik. Awalnya pedagang heran, namun yang penting kita bisa berbuat ramah lingkungan dari hal kecil. Lagipula kalau semua pembeli melakukan hal sama, pedagang bisa menghemat pengeluaran untuk membeli kantong plastik.

2. Menggunakan Listrik Seperlunya

menghemat-energi-tanpa-biaya-3
Sumber gambar: www.konservasi-energi.com

Penggunaan listrik yang berlebihan ternyata merugikan banyak pihal. Tidak hanya biaya listrik membengkak tapi juga bisa membuat sumber energi listrik berkurang. Bahkan memicu terjadi global warming. Walaupun sebetulnya kita sadar bahwa banyak sekali barang-barang di rumah yang berfungsi karena adanya tenaga listrik.

Tahukah teman-teman? Untuk setiap unit energi listrik yang di produksi, tiga unit batu bara yang di bakar, terhitung tidak efisien. Selain itu, karena batu bara hampir murni karbon, efek dari pembakaran batu bara – yaitu menggabungkan oksigen- menghasilkan karbondioksida yang pada akhirnya menimbulkan polusi udara dan berpengaruh besar terhadap pemanasan global. (sumber: http://www.green-energy-efficient-homes.com/electricity-and-global-warming.html).

Maka dari itu kita semua terutama Lae harus bisa menggunakan listrik dengan bijak. Contoh kecilnya mematikan lampu di waktu yang tepat, mencabut charger-an ponsel/laptop jika baterainya sudah penuh dan lainnya.

3. Eco Enzym

Sebelum tahun baru di social media banyak postingan tentang gaya hidup yang ramah lingkungan, salahsatunya eco enzym. Dilansir dari zerowaste.id, eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Pada dasarnya, eco enzyme mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran. Enzim dari “sampah” ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Bahkan, kabarnya cairan yang dihasilkan multifungsi, bisa digunakan untuk membersihkan perabotan rumah tangga, pupuk dan pestisida yang efektif.

ee1

img_6029
Sumber gambar: http://www.enzymesos.com

Sebagai seorang ibu yang setiap hari mengelola domestik, rasanya eco enzym sudah saatnya diaplikasikan. Maka dari itu Lae memulai mengumpulkan sampah organik terutama kulit jeruk/lemon. Harapannya hasilnya bisa digunakan sebagai pengganti sabun cuci piring. Selain ramah lingkungan juga bisa menekan pengeluaran dana untuk membeli sabun, pupuk dan lainnya. Bahkan dengan mengaplikasikannya berarti kita telah memberikan aksi nyata untuk menciptakan lingkungan yang ramah.

4. Kembali Bertaman

Pasca melahirkan bulan Juni lalu Lae meninggalkan rumah selama tiga bulan untuk pemulihan dan lainnya. Ya, waktu melahirkan yang lebih cepat dari dugaan ternyata mampu mengubah beberapa hal dalam hidup, termasuk taman. Saat hamil Lae benar-benar sedang antusias merawat taman hingga menanam tomat dan cabe. Saat kembali ke rumah cukup sedih melihat taman yang tidak terurus. Tanaman liar semakin tinggi, rumput gajah dan tanah kering, sisanya mati termasuk tanaman cabe dan tomat.

3.-4-manfaat-taman-depan-rumah-yang-wajib-anda-ketahui2
Sumber gambar: www.popeti.com (anggap saja wishlist taman ^_^ )

Menjelang akhir tahun Lae dan suami berniat merenovasinya dengan menggunakan rumput sintetis. Namun karena satu dan lain hal akhirnya kami memutuskan untuk menata ulang taman seperti sebelumnya. Kalau tamannya bagus, beres-beres rumahnya tambah semangat. Yaaaa… walaupun harus kembali cicil tanaman yang penting rumah jadi asri, nyaman dan pastinya ikut menciptakan lingkungan yang sehat.

Finally…

Teman-teman itu dia resolusi Lae 2019 tentang kesehatan lingkungan. Semoga semuanya bisa terwujud dengan baik, karena lingkungan yang sehat bisa membawa kita pada hal-hal yang sehat pula. Selain itu jika kita bisa menciptakan lingkungan yang sehat berarti kita telah memberikan aksi nyata untuk melindungi Bumi tercinta. Maka dari itu mari kita mulai dari rumah kita sendiri. Bagaimana dengan teman-teman, apakah punya resolusi yang sama atau punya ide cemerlang lainnya untuk lingkungan kita kedepannya? Yuk share di kolom komentar ^_^

Sampai jumpa di postingan Lae berikutnya. Terima kasih sudah mampir 🙂

-lae

16 thoughts on “Belajar Ramah Lingkungan dari Rumah

  1. waaah, semoga tahun 2019 menjadi tahun penuh wellness buat teteh ya… *aku blm bikin resolusi 2019 lingkungan kayak gini, aq br banget baca ada yg bikin gini hehehe… ini inspiring ya untuk bisa lebih ramah lingkungan & ngurangin produksi sampah.. thx for sharing tehhh…. oiya aku login di sininya pake Google, jd ngga bs ngelink k blog aku, skalian kutulis d sini aja ya teh hehe https://jurnldita.blogspot.com

  2. Teh Lae rajin banget beneran deh, pelan pelan mau coba ikutin juga resolusinya meskipun waktu terbatas di rumah. Akupun semenjak berumah tangga jadi pengen bisa berkebun kenapa ya wkwk

  3. Setuju, perubahan memang dimulai dari diri sendiri dan dari hal hal kecil. Ini PR besar juga untuk saya karna belanja sering lupa bawa goodiebag dan akhirnya harus pake plastik hhe. Thankyou sharingnya teh 🤗

  4. Assalamualaikum Kak untuk resolusi semua keren tapi buat aku hemat listrik emang masih PR banget apalagi kalau harus ingetin orang lain di rumah serasa sulit hehe
    thanks infonya kak sukses terus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Secondary Navigation