Site Loading

Assalamu’alaikum

Semangat pagi, semuanya!

Waktu berlalu dengan cepat begitu saja tanpa ada kata ‘hai’ dan ‘selamat tinggal’. Itulah yang Lae rasakan tentang pergantian tahun 2020 ke 2021. Apakah 2020 berlalu dengan hambar dan menyalahkan Covid-19 yang memang berdampak cukup besar bagi sebagian orang? Yuk evaluasi terlebih dahulu!

Seperti tahun-tahun sebelumnya, 2020 Lae persiapkan dengan mencatat resolusi dengan rapi di notebook. Tercatat banyaaaak sekali hal-hal yang ingin dicapai, meskipun kasarnya Lae hanya seorang IRT yang memiliki anak yang PR mengejar tumbuh kembangnya. Ah, kalau sudah kebiasaan sejak dulu memang sulit dihilangkan. Apalagi dulu terbiasa mencatat resolusi per enam bulan di kertas dan ditempelkan di dalam lemari. Lae selalu percaya, apa yang ditulis adalah do’a yang satu persatu akan terjawab seiring waktu. Bahkan saat kuliah alhamdulillah tingkat keterwujudan resolusi bisa dibilang 70-80%.

Alhamdulillah bisa bekerja dan menikah di tahun yang sama dengan tulisan resolusi di tahun 2013. Tentu Lae merasa bersyukur dan percaya sekali, bahwa harapan/resolusi yang kita tulis akan terjawab. Baik dijawab cepat dan tepat, ditangguhkan, atau diganti dengan hal yang lebih baik versi Allah SWT. Syaratnya, kita benar-benar haqqul yakin pada ketetapan-Nya dengan disertai do’a dan ikhtiar yang maksimal. Banyak resolusi tapi ikhtiarnya masih malas-malasan apalagi ibadahnya bolong-bolong? mimpi!

Belajar dari Pengalaman

Bagaimana resolusi tahunan pasca lulus kuliah? Biasanya Lae ketik di notebook agar setiap kali mengerjakan sesuatu lebih semangat. Sayangnya, karena energi cukup terkuras untuk beberapa hal sehingga Lae tidak fokus dan  lupa untuk memberi ruang pada diri sendiri. Sekalinya merenung dan bertanya sudah sejauh apa usaha  untuk mencapai yang diharapkan, jawabannya tidak semaksimal dulu. Bahkan, setelah menikah banyak hal yang diluar ekspetasi termasuk persalinan prematur. Bisa dibilang hal itu cukup mengacaukan mental yang berdampak tidak bisa fokus dan tidak memiliki ruang untuk diri sendiri. Itulah yang dirasakan dan membuat rindu pada Laela yang dulu.

Setelah mendapatkan waktu untuk berpikir mendalam, Lae mengambil kesimpulan bahwa kekacauan ini disebabkan karena terlalu berharap semua sesuai ekspetasi, karena sebelumnya selalu bisa sesuai. Setidaknya jika tidak sesuai pun tidak sejatuh ini. Sehingga, sejak 2019 Lae tidak memiliki resolusi tertulis lagi karena takut dan menganggap biarkan semua mengalir apa adanya. Padahal, sebenarnya pikiran meminta isinya segera diikat dalam bentuk tulisan.

Hari-hari pun berlalu seperti biasa, tapi selalu saja merasa ada yang kurang. Rasanya kurang terarah dan kurang terencana. Ingin menjadi perempuan yang berkembang namun hal-hal di depan mata pun menguras banyak waktu, tenaga dan emosi. Apa salah Lae? Padahal, sudah tidak berekspetasi seperti dulu dan lebih fokus pada bagaimana menjadi istri dan ibu yang baik. Letak salahnya dimana?

Tiba-tiba, tersusunlah kalimat-kalimat ini.

” Lae, insyaallah kamu adalah istri yang baik versi suami, ibu yang baik untuk anakmu sendiri, anak yang baik bagi orangtuamu sendiri, adik/kakak untuk adik/kakakmu sendiri. Tidak harus seperti siapa, tidak harus berlari sekencang apa lagi. Waktu, tenaga dan emosimu sudah cukup terkuras untuk itu semua. Sampai kamu lupa pada dirimu sendiri, yang tetap harus berkembang dan memiliki cita-cita mulia serta mewujudkannya. Memang semua tidak mudah, butuh proses, tapi bukankah sejak dulu sudah terbiasa dengan duri dan air mata? Move on, move up! Saat diri sendiri ‘terisi’, insyaallah kamu pun siap dan senang menjadi dirimu sendiri dan berbagai peran yang tengah diemban. Hal yang menyenangkan, hal yang selalu kamu panjatkan sejak dulu selalu Allah persiapkan dan Dia sedang menuntunmu untuk menjemputnya. Ayo melangkah lagi, Lae. Kamu bisa, ayo!”

Sejak saat itu, Lae pun perlahan belajar hal-hal baru seperti design grafis, menulis hingga berkebun. Meskipun menguras waktu tapi menyenangkan. Meskipun belum penuh dan utuh, tapi rasanya bertemu dengan diri sendiri. Ternyata, buat Lae memiliki resolusi tertulis itu sudah bagian dari hidup. Meskipun tidak sedikit orang yang tidak melakukannya karena menganggap nanti saja membuatnya atau tidak perlu. Tidak ada yang salah, setiap orang memiliki gaya masing-masing dalam menghadapi pergantian tahun.

Resolusi 2021 Lae

Akhirnya 2021 datang juga, saatnya come back menulis resolusi. Pada blog ini cukup Lae tulis gambaran umumnya dan mohon diaminkan oleh teman-teman, ya. Untuk spesifikasinya cukup menjadi catatan pribadi yang semoga Lae sehat dan semangat untuk mencapainya.

  1. Tumbuh Kembang Anak di Garis Hijau.

Mungkin teman-teman bosan setiap Lae membahas tumbuh kembang anak yang belum mencapai garis hijau. Saat Lae menulis ini pun hal itu selalu mendominasi isi pikiran. Satuu sisi harus legowo karena terlahir prematur. Tapi satu sisi Lae dan suami harus tetap berusaha karena takut stunting dan mengetahui bahayanya. Semoga tahun ini tumbuh dan kembang Hafshah bisa di garis hijau, makannya lahap, lancar berbicara dan bisa melakukan hal-hal sesuai usianya. Barangkali ada teman-teman yang mau memberi saran bisa isi kolom komentar atau DM Instagram.

2. Menjadi Blogger dan Content Creator. 

Dasar sejak dulu suka sekali dengan social media dan pekerjaan sebelumnya pun di bidang tersebut, jadi gak bisa lepas dari Socmed dan blog. Sebenarnya sejak resign Lae sudah mengikuti beberapa komunitas blogger dan sesekali kalau lolos dapat project campaign. Bahkan alhamdulillah sejak akhir tahun kemarin Lae bisa upgrade blog dari laelina.wordpress.com ke laelina.com dari tabungan hasil project. Pencapaian terniat setelah 10 tahun bermain socmed dan blog, waktu masih kerja dan punya gaji mikir keras buat upgrade, hehe.

Harapannya, semoga tahun ini Lae konsisten ngeblog organik seminggu sekali, Socmed terisi dan tulisan-tulisan Lae bermanfaat dan memiliki pembaca yang saling support.

3. Mendapat Sumber Tabungan.

Bukan karena nafkah suami tidak cukup tapi sejak SMP terbiasa serabutan dan kebetulan Mamah mendidik supaya anak-anak perempuannya tetap memiliki penghasilan setelah menikah. Ekspetasi ideal seorang istri tentunya santai di rumah, tumbuh kembang anak normal, pekerjaan domestik ada ART, duduk manis check out marketplace tanpa merasa bersalah dan suami yang support lahir batin. Sayangnya, hari ini tidak seperti itu sehingga Lae yang ekstrovert ini harus tetap lincah meskipun kini di rumah saja.

Alhamdulillah sejak akhir tahun kemarin Lae mendapatkan pekerjaan freelance yang berjalan hingga saat ini. Memang gajinya tidak sama apalagi lebih dari gaji kerja dulu, tapi Lae senang karena tabungan bisa terisi. Apalagi merawat cinta, mengejar tumbuh dan kembang anak, renovasi rumah dan pergi haji tidak hanya memerlukan niat. Tetap harus diikhtiarkan dari segi finansial, dalam hal ini tentu  bergotong-royong bersama suami. Semoga tahun ini peluangnya bertambah, cuan bertambah dan tentunya tetap sehat, semangat dan bahagia menjalankannya.

4. Sekolah.

Lae selalu berpikiran, pepeuriheun tidak kuliah S2 tetap harus belajar lewat jalur non-akademik. Seperti kursus, Webinar, Kulwap dan lainnya yang berjalan onliene. Sebenarnya belajar offline lebih seru dan membekas, namun kondisi pandemi mengharuskan serba online dulu.

Alhamdulillah tahun ini diawali dengan mengikuti kursus Blogging bersama komunitas Indonesian Social Blogpreuneur (ISB). Sudah pertemuan kelima dan banyak sekali insight yang didapat seputar blogging yang baru diketahui. Gak sabar ingin segera pertemuan berikutnya membahas SEO dan design yang tentu pasti bermanfaat untuk Lae yang come back ngeblog ini. Semoga kedepannya bisa mengikuti Webinar/Kulwap yang sama bermanfaatnya dan tentu diaplikasikan sebagaimana mestinya. Teman-teman punya informasinya? Share via Socmed yaa…

Pada intinya, tahun ini Lae memulai kembali merencanakan resolusi secara tertulis. Catatannya, bersandarlah kepada Allah, bukan pada amal dan usaha kita sendiri agar tidak kecewa seperti sebelumnya. Pada tulisan ini Lae hanya sekadar berbagi cerita, tidak memaksakan teman-teman untuk membuat resolusi tertulis. Setiap orang memiliki gayanya masing-masing dan inilah gaya Lae…

Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya. Mohon do’anya supaya dapat terwujud dengan baik, Laenya sehat dan semangat, ibadahnya tidak bolong-bolong dan bahagia menjalani setiap peran yang diemban. Wallahu’alam bissowab.

Terima kasih sudah mampir di tulisan ini. Sampai jumpa di tulisan Lae berikutnya, ya…

Wassalamu’alaikum 🙂

21 thoughts on “2021: Memulai Kembali

  1. tahun 2021 tentunya banyak harapan baru yang kita harapkan bisa terwujud di tahun ini, yuk kembali semangat untuk wujudin semuanya

  2. Amiiinnn, semoga pada poin satu blm bisa kasih saran mba, sama2 baru menjadi ibu, sama2 masih kawatir sana kemari, dan semangat mba, semangat ngeblog dan jadi content creator

  3. Barakallah Mbak Lae semoga mumpung Allah mudah2an dalam mewujudkannya. Dan sepakat soal perempuan juga harus Mandiri finansial tanpa mendiskriminasikan/underestimated laki-laki

  4. Rutinitas aku setiap akhir tahun itu ya nulis resolusi. Aku jadi suka nulis resolusi karena menurutku it’s like a magic, kaya benar kata mbak td apa yang kita tulis itu menjadi doa. Rasanya senang bgt kalau banyak yang terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Secondary Navigation